Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, menggunting untaian bunga, yang dilanjut dengan menabuh kentongan dan bedug masjid bersama Bupati, Maryoto Birowo.


Ini adalah sebagai tanda peresmian Masjid Al Hafidz Polres Tulungagung.
Dengan peresmian ini, maka untuk pertama kalinya Polres Tulungagung akhirnya mempunyai sebuah masjid.
Sebelumnya tempat ibadah yang dimiliki Polres Tulungagung hanya sebuah musala kecil.


Letaknya tidak jauh dari ruang tahanan, yang ada di bagian belakang sebelah selatan.
Untuk membangun masjid ini harus mengorbankan lapangan tenis.
“Masjid ini bisa menampung sekitar 200 jamaah,” ucap EG Pandia, saat meninjau bagian dalam masjid bersama Forkopimda Tulungagung.

Meski berada di area dalam Markas Polres Tulungagung, masjid ini juga terbuka untuk dipakai masyarakat.
EG Pandia berkisah, sudah punya cita-cita membangun masjid saat masih menjabat sebagai Kasat Lantas, meski dirinya adalah nonmuslim.


Cita-cita itu akhirnya terkabul saat menjabat sebagai Kapolres Tulungagung.
“Begitu masuk ke Tulungagung, ternyata belum ada masjid di Polres. Akhirnya dibantu para donatur dan Pak Bupati juga nyumbang, terwujudlah Masjid Al Hafidz,” ucapnya.
Masjid ini juga dibangun dalam waktu cukup singkat, hanya tiga bulan saja.


Padahal ukurannya cukup besar dengan desain yang elegan.


Masih menurut EG Pandia, biaya untuk membangun masjid ini mencapai Rp 1,4 miliar.
Kapolres berharap dengan masjid baru ini iman para anggota Polres Tulungagung semakin bagus, lebih semangat dan iklas bekerja.


Al Hafidz yang berarti sang pelindung, diharapkan juga menginsipirasi para anggota menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat.


Masjid ini sekaligus untuk melambangkan toleransi di Tulungagung yang luar biasa.
Bercita-Cita Bangun Masjid Meski Nonmuslim, Harapan Kapolres Tulungagung AKBP EG Pandia TercapaiSenin, 16 November 2020 18:25 Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menabuh bedug sebagai tanda diresmikannya Masjid Al Hafidz.Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menabuh bedug sebagai tanda diresmikannya Masjid Al Hafidz.


“Begitu masuk ke Tulungagung, ternyata belum ada masjid di Polres. Akhirnya dibantu para donatur dan Pak Bupati juga nyumbang, terwujudlah Masjid Al Hafidz,” ucapnya.


Masjid ini juga dibangun dalam waktu cukup singkat, hanya tiga bulan saja.


Padahal ukurannya cukup besar dengan desain yang elegan.


Masih menurut EG Pandia, biaya untuk membangun masjid ini mencapai Rp 1,4 miliar.
Kapolres berharap dengan masjid baru ini iman para anggota Polres Tulungagung semakin bagus, lebih semangat dan iklas bekerja.


Al Hafidz yang berarti sang pelindung, diharapkan juga menginsipirasi para anggota menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat.


Masjid ini sekaligus untuk melambangkan toleransi di Tulungagung yang luar biasa.
“Banyan pengusaha nonmuslim yang ikut terlibat di dalamnya. Di Tulungagung toleransi beragama memang sangat luar biasa,” tandas EG Pandia.


Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengaku terkejut karena Masjid Al Hafidz.


Setelah tiga kali rapat, ternyata masjid yang setahunya baru mulai dibangun sudah selesai dan siap diresmikan.


“Jadi menurut saya memang dibangun dalam waktu sesingkat-singkatnya. Tapi kualitasnya luar biasa,” ucap Maryoto.


Peresmian masjid ini juga ditandai dengan santunan anak yatim.


Selain itu juga diserahkan hadiah umroh gratis kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas terbaik di Tulungagung.

Komentar