Tulungagung-Satreskrim Polres Tulungagung mendalami dugan pelanggaran Protokol Kesehatan dalam video singkat yang diunggah oleh netizen melalui story Instagramnya pada Rabu (06/01) malam yang lalu.

Dalam video tersebut nampak sejumlah undangan menghadiri pesta ulang tahun yang dilaksanakan di Singapore Waterpark, lokasi wisata buatan yang ada di desa Karangsari kecamatan Rejotangan Tulungagung.

Video yang diunggah tersebut mendapatkan respon masyarakat luas, termasuk Satreskrim Polres Tulungagung yang langsung memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait video tersebut.

Ditemui di kantornya pada Jumat (08/01) kemarin, Kanit Pidsus Polres Tulungagung, Iptu Didik Rianto mengatakan, pihaknya telah melakukan kerja optimal dengan memanggil 8 orang saksi yang ada kaitannya dengan video tersebut.

“Total ada 8 Saksi yang kita panggil, mereka dipanggil untuk dimintai keterangan terkait acara tersebut,” jelasnya.

Sejak Kamis pagi hingga Jumat kemarin sudah ada 8 saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan, mereka yang dipanggil ini merupakan orang orang yang ada kaitannya dengan perayaan pesta tersebut.

Mulai dari pemilik lokasi pesta, kemudian orang yang sedang merayakan pesta berinisial CB (23), sebagian tamu undangan yang hadir, hingga pengisi acara dalam pesta tersebut.

“Yang punya lokasi itukan Bapaknya, kemudian yang ulang tahun itu anaknya, untuk memperingati ulang tahun anaknya ke 23,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (06/01) malam mulai pukul 18.00 hingga pukul 21.30 Wib di Singapore Waterpark, untuk memperingati perayaan ulang tahun ke 23 saksi berinisial CB, yang tak lain merupakan anak dari pemilik lokasi wisata tersebut.

Tidak ada event organiser yang terlibat dalam kegiatan ini, Didik menyebut, kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri oleh CB, kemudian mengundang teman temannya melalui aplikasi pesan Whatsapp.

“Untuk penetapan tersangka, kita menunggu dulu keterangan saksi ahli, kemudian kita gelar perkara dulu dan beberapa tahap lainnya, nanti kita tunggu perkembangannya,” pungkas Didik.

Didik menegaskan, pihaknya menyiapkan pasal 93 Undang Undang nomo3 3 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda Rp 100 juta.

Komentar

By restu