Densus 88 amankan tukang baso terduga terkait ISIS di Malang

Malang – Detasemen Khusus Anti Teror 88 (Densus 88) Mabes Polri terus bergerak dalam mengembangkan dan memburu jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di  Malang. Dua orang kembali diamankan, yakni Tonori (33) dan Jefri di tempat tinggal masing-masing.

Tonori adalah seorang penjual bakso warga Jalan Terong, RT 06 RW 03 kelurahan Bumiayu, kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dia diciduk Kamis (26/3) sekitar pukul 10.30 WIB. Sehari-hari dia berjualan bakso berkeliling milik Ahmad Junaidi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara Jefri (25) adalah seorang guru yang mengajar di rumah Tarbiyah dan Tanfidh Al Mukmin Jalan Megamendung RT 5 RW 6 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Jefri diduga memiliki keterkaitan dengan Helmi Aalamudi yang sebelumnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

Hingga saat ini, baik Tonori maupun Jefri masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Ampeldento, kecamatan Pakis, kabupaten Malang. Belum diketahui peran masing-masing dan keterkaitan dengan jaringan ISIS.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Anas Jusuf saat konferensi pers di Mapolresta, Kamis (26/3) membantah melakukan penangkapan.

“Tidak ada penangkapan, tetapi memang kasus ini sedang dikembangkan. Ada empat orang saksi yang sedang dimintai keterangan,” kata Anas.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Mabes Polri telah menangkap Abdul Hakim Munabari (44), Helmi Aalamudi (51) dan Ahmad Junaidi (42).

Ketiganya terbukti telah berangkat ke Suriah antara 2013 sampai 2014 selama enam bulan. Mereka bergabung bersama Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal. Di camp perbatasan Suriah, mereka pernah mendapatkan pelatihan militer.

Sementara Helmi berperan sebagai fasilitator setiap kader yang akan berangkat ke Suriah. Helmi mengaku telah mengirimkan 18 orang ke Suriah. Merdeka.com

Komentar