BBM naik lagi, DPR desak Kemensos salurkan bantuan ke rakyat miskin

Jakarta – Pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar untuk daerah di luar Jawa, Madura, dan Bali. Kenaikan untuk Premium dan Solar masing masing sebesar Rp 500 per liter. 

Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay berharap pemerintah khususnya kementerian sosial untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif atas kenaikan harga BBM ini. Di antaranya, seperti mendistribusikan bantuan ke rakyat miskin melalui program kartu keluarga sejahtera (KKS). 

“Begitu juga program-program lainnya, seperti penambahan penerima program keluarga harapan (PKH),” kata Saleh melalui keterangan tertulis, Senin (30/3). 

Politikus PAN ini mengungkapkan, di dalam APBN-P, komisi VIII telah menyetujui penambahan alokasi anggaran sekitar Rp 14 triliun untuk program-program pengentasan kemiskinan di Kementerian Sosial. Untuk program KKS saja telah disetujui pendistribusiannya untuk 3 bulan. Begitu juga penambahan penerima program keluarga harapan.

“Dengan kenaikan BBM yang tiba-tiba seperti ini, program-program jaringan pengaman sosial seperti harus segera dieksekusi. Diharapkan, program-program itu dapat mengurangi dampak kenaikan BBM bagi masyarakat miskin. Setidaknya, mereka bisa menyesuaikan diri untuk masa tiga bulan ke depan,” terangnya.

Selain itu, kata Saleh, program-program lain seperti KUBe (kelompok Usaha Bersama), RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dan lain-lain juga sebaiknya segera diimplementasikan.

“Program-program itu diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat miskin. Penciptaan lapangan kerja sangat penting dalam suasana seperti ini. Selain untuk meringankan keluarga sasaran, penciptaan lapangan kerja juga diyakini akan berdampak langsung bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. Merdeka.com

Komentar