Tarif Bus Enggan Turun

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
TULUNGAGUNG- Keputusan pemerintah pusat menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ternyata belum berpengaruh pada tarif angkutan. Buktinya tarif bus baik antar kota dalam provinsi (AKDP) belum berubah, masih memakai tarif baru saat BBM mengalami kenaikan. Akibatnya, penumpang pun masih harus merogoh koceknya lebih dalam untuk membayar tiket bus.
Informasi yang berhasil dihimpun di terminal Bus Gayatri, saat ini tarif belum berubah. Untuk jurusan Trenggalek-Surabaya menggunakan bus ekonomi sekitar Rp 25 hingga Rp 31 ribu. sedangkan jurusan Malang sekitar Rp 25 ribu. Sebagian besar awak bus mengaku masih menggunakan tarif lama karena belum ada ketentuan pergantian tarif. Mereka pun tak berani merubah besaran tarif secara sepihak. “Masih tetap tarif lama. Nanti kalau sudah ada pengumuman dari perusahaan, kami pasti langsung pakai,” ungkap Hadi salah seorang sopir bus AKDP.
Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Pelaksana Tugas (KUPT) Terminal Gayatri Anggar Wicaksono mengakui meski BBm bersubsidi sudah turun, tarif belum ada perubahan. Menurutnya, besaran tarif angkutan bukan ditentukan Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) tingkat kabupaten. Penentuan tarif dilakukan langsung oleh pusat sesuai surat keputusan gubernur. “Masih pakai tarif lama. Kami belum ada informasi resmi dari pusat tentang tarif angkutan,” ungkapnya kemarin (03/01).
Anggar, sapaan akrabnya mengatakan, proses ketetapan tarif angkutan biasanya akan dimusyawarahkan di provinsi. seluruh organda dari tiap kota maupun kabupaten diundang. Perwakilan Dishubkominfo juga ikut serta dalam musyawarah itu. salah satu point yang dibahas yakni usulan tarif dari setiap daerah. Jika sudah disepakati, usulan tarif aka ditinjau Gubernur Jawa Timut Soekarwo. “Keputusan besaran tarif tak bisa diambil berdasarkan kebijakan setiap daerah. Semua harus melalui tahapan,” jelasnya.
Saat ini, lanjut pria berkacamata itu, hanya tarif bus patas yang sudah turun. Sebelumnya, patas jurusan Surabaya rata-rata mencapai Rp 55 ribu. Saat ini tarif bus dengan dua tempat duduk itu hanya Rp 50 ribu per orang. Penurunan tarif sudah dimulai sejak kabar harga BBM bersubsidi turun yakni Kamis (1/1) dini hari. “Hanya tarif PATAS yang turun. Itu kan berdasarkan perusahaan bus masing-masing namun tetap dalam pengawasan,” imbuhnya.
Bagi penumpang, besaran tarif tidak terlalu dipermasalahkan. Pasalnya, kenaikan tarif sudah lama terjadi. Meski demikian, penumpang berharap, besaran tarif harus diimbangi dengan pelayanan yang baik. “Naik atau turun bukan masalah asal keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap diutamakan,” ungkap Warsito penumpang tujuan Surabaya.
Komentar
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.