Mantan Camat Jatuh Sakit Saat Hendak Ditahan Kejari Pamekasan

Pamekasan  – Mantan Camat Pasean, Aminuddin yang merupakan salah satu tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, jatuh sakit saat petugas Kejari Pamekasan, akan melakukan penahanan, Kamis (29/01/2015).

Penahanan tersebut terpaksa diundur setelah petugas medis RSUD dr Slamet Martodirdjo, Pamekasan, menyatakan kesehatan fisik tersangka memburuk. “Awalnya kita tidak percaya dengan kondisi kesehatan Aminuddin, tapi berkas hasil uji laboratorium dokter menyatakan kondisinya memang sakit,” kata Samiaji Zakaria, Kasi Pidsus Kejari Pamekasan. “Kita tidak bisa paksakan penahanan Aminuddin, karena dokter sudah menyatakan bahwa yang bersangkutan sakit,” imbuhnya.

Diungkapkan, untuk sementara penahanan Aminuddin ditangguhkan dan menunggu perkembangan hingga dua atau tiga hari kedepan. “Jika perkembangannya terus membaik, maka penahanan bisa segera dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, salah seorang notaris di Pamekasan, Ramali yang dinilai membantu proses pengalihan tanah dari warga kepada pihak rekanan. Langsung dititip di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari tiga jam. “Kalau penahanan Ramali tidak ada kendala, dan yang bersangkutan sangat kooperatif selama proses pemeriksaan,” jelasnya.

Berkas kedua kasus tersebut nantinya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, untuk segera disidangkan. Menyusul penahanan dua tersangka lain yang di vonis 4 tahun penjara oleh PN Tipikor, masing-masing Sarwo Edy (pejabat BLH Pamekasan) dan Slamet Readi (rekanan).

Aminuddin dan Ramali terbukti melakukan mark up pembelian tanah yang tidak sesuai dengan harga semestinya, dengan dijerat Pasal 2, 3 dan 9 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999, subsider UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (beritajatim.com)

Komentar