Jembatan Sukowidodo Putus, Rantai Ekonomi Terganggu

TULUNGAGUNG – Jembatan Sungai Babakan di Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, putus Jumat (19/12) lalu. Indikasinya, rantai ekonomi masyarakat di desa tersebut bakal terganggu cukup lama. Pasalnya, pemerintah belum memastikan kapan jembatan yang merupakan jalan alternatif masyarakat di desa tersebut bakal di perbaiki. Bahkan tidak untuk tahun ini.
Jaini, warga desa setempat mengaku, jembatan tersebut sebenarnya sudah lama rusak. Pondasi jembatan sudah mulai ambrol. Itu terjadi sejak satu tahun lalu. Sayangnya, pemerintah baik dari dinas terkait belum melakukan perbaikan.
“Jembatan ini dibangun pada tahun 1982. Sudah lama sekali. Wajar jika pondasi yang terbuat dari campuran pasir merah itu ambrol,” akunya.
Dia menambahkan, meski bisa membahayakan, jembatan tersebut masih digunakan masyarakat untuk berlalu lalang. Itu karena jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk mencari ekonominya.
“Sebelum benar-benar putus, warga masih melintas di jembatan ini,” tambahnya.
Sayangnya, pria berusia sekitar 50 tahun itu melanjutkan, tiga dapur bambu yang terbawa banjir lantas membuat jembatan benar-benar putus. Banjir tersebut terjadi sekitar dua jam. Namun, sebelum kejadian itu, warga telah memasang palang agar tidak ada yang melintas.
“Air datang sekitar pukul 10.30. Banjir itu berasal dari Kecamatan Sendang. Jaraknya sekitar 25 kilometer,” lanjutnya.
Win, warga lain menambahkan, banjir tak hanya membuat jembatan putus, melainkan mengikis bantaran sungai hingga dua meter. Bahkan, membuat tanaman milik warga ikut terbawa arus.
“Saat banjir, sungai penuh dengan dapur bambu ori. Untuk mengevakuasinya saja membutuhkan mesin gergaji,” tambahnya.
Mengenai informasi kapan diperbaiki? Dia mengaku jika pihak desa maupun kecamatan sudah melihat kondisi jembatan. Informasi yang diterimanya, jembatan bakal diperbaiki tahun ini.
“Bulan ini katanya. Kalau tanggalnya saya kurang tahu,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal inj, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Tulungagung, Sutrisno mengaku, belum bisa memastikan kapan jembatan akan dibangun kembali. Pasalnya, anggaran yang telah matang untuk tahun ini digunakan membangun maupun memperbaiki jembatan yang menghubungkan jalan poros.
“Kami masih agendakan. Tetapi, belum untuk tahun ini. Mungkin pada anggaran berikutnya,” akunya.
Dia menjelaskan, di Kota Marmer sendiri, ada sekitar 11 jembatan yang membutuhkan perbaikan. Itupun, belum pasti semuanya bisa diselesaikan pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya pemerataan.
“Untuk jembatan di Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, itu kami masih membahasnya dengan tim. Belum bisalah kalau perbaikan tahun ini. Prioritas kami adalah jalan-jalan poros,” jelasnya.
Komentar