Harga BBM akan Menyesuaikan Fluktuasi Minyak Dunia

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

JAKARTA – Awal 2015 pemerintah memberikan kado tahun baru, yakni turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kebijakan tersebut sebagai imbas dari turunnya harga minyak dunia hingga di bawah 60 dolar AS per barel. Hal itu membuat ongkos produksi BBM menurun, sehingga pemerintah tidak perlu lagi memberikan subsidi untuk Premium, dan bisa mengurangi subsidi untuk Solar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, mengatakan pemerintah akan terus mengubah harga sesuai harga keekonomian.

“Intinya kita lepaskan ke harga keekonomian, pemerintah sudah tidak menyubsidi, jadi kalau harga keekonomian turun maka kita turunkan, kalau harga keekonomian naik ya dinaikkan,” katanya, kepada wartawan di kantor Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2015).

Sofyan berharap masyarakat terbiasa dengan perubahan harga BBM, setelah pada November 2014 pemerintah menaikkan harga BBM, dan pada Januari 2015 pemerintah justru menurunkan harga. Setiap bulannya pemerintah akan terus mengkaji harga BBM bersubsidi.

“Biar masyarakat terbiasa dengan harga keekonomian dan itu akan membuat masyarakat berhemat. Sebab energi biar bagaimanapun barang langka,” ujarnya.

“Intinya harga keekonomian akan menjadi referensi, mungkin di masa yang akan datang bisa disesuaikan bisa lebih cepat, bisa lebih lambat, tiap sebulan akan dikaji,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa subsidi BBM dialihkan ke sektor yang lebih produktif, seperti pembangunan infrastruktur yang ke depannya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Komentar
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.